Optimis Dukung Target Swasembada Pangan, Aceh Barat Daya Awali Musim Tanam Gadu 2026
Aceh Barat Daya – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus diperkuat melalui berbagai program strategis di daerah. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Tanam Perdana Musim Tanam (MT) Gadu Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, Senin (8/6).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan produksi pangan, khususnya padi, di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau yang kerap memengaruhi aktivitas pertanian. Melalui tanam perdana ini, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan dan mempercepat pencapaian target swasembada pangan.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Barat Daya, Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Aceh yang diwakili oleh Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil (BRMP Ruminansia Kecil), Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., serta Kepala BRMP Aceh, Firdaus, S.P., M.Si., bersama para petani dan stakeholder pertanian lainnya.
Kepala BRMP Ruminansia Kecil, Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., sebagai PJ Swasembada Pangan Aceh, menegaskan bahwa pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan musim kemarau.
"Berkat dukungan alsintan yang tersedia, petani tetap dapat melakukan aktivitas budidaya meskipun berada pada musim kemarau. Modernisasi pertanian menjadi kunci untuk menjaga produktivitas dan memastikan target tanam tetap tercapai," ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Syawal menjelaskan bahwa pemanfaatan alsintan tidak hanya mempercepat proses olah lahan dan tanam, tetapi juga meningkatkan efisiensi usaha tani sehingga petani dapat mengoptimalkan waktu tanam serta meminimalkan risiko keterlambatan musim tanam.
Kegiatan tanam perdana ini sekaligus menjadi simbol dimulainya Musim Tanam Gadu Tahun 2026 di Kabupaten Aceh Barat Daya. Dengan dukungan sarana produksi, pendampingan teknis, serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan luas tanam dan produktivitas padi dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung pencapaian program swasembada pangan nasional.
Usai pelaksanaan tanam perdana, agenda kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Pertemuan ini membahas langkah-langkah strategis dalam pendampingan petani, optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian, serta penguatan sinergi antarinstansi guna memastikan target luas tanam dan produksi pangan dapat tercapai sesuai rencana.
Melalui langkah nyata di lapangan, pemerintah optimis bahwa sektor pertanian akan terus menjadi penggerak utama pembangunan daerah sekaligus pilar penting dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Semangat gotong royong antara pemerintah, petani, dan seluruh stakeholder diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.